<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Myrial Blog</title>
	<atom:link href="http://myrial.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://myrial.net</link>
	<description>Blogging Journey</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 09:45:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Memuliakan orang tua melalui Al Quran</title>
		<link>http://myrial.net/memuliakan-orang-tua-melalui-al-quran</link>
		<comments>http://myrial.net/memuliakan-orang-tua-melalui-al-quran#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 02:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myrial.net/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya sadar bukanlah orang yang mudah menghapal -malahan bisa dibilang tidak suka menghapal. Tak terpikirpun selama ini untuk berniat menghapal Al Quran. Namun suatu kali saya membaca Negeri 5 Menara – dan terus terang novel inilah yang menginspirasi saya untuk bisa menghapal Quran &#8211; ya minimal juz amma, syukur-syukur bisa hapal juz 28, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1187" title="quran" src="http://myrial.net/wp-content/uploads/2012/04/quran.jpg" alt="" width="250" height="250" />Terus terang saya sadar bukanlah orang yang mudah menghapal -malahan bisa dibilang tidak suka menghapal. Tak terpikirpun selama ini untuk berniat menghapal Al Quran.</p>
<p>Namun suatu kali saya membaca Negeri 5 Menara – dan terus terang novel inilah yang menginspirasi saya untuk bisa menghapal Quran &#8211; ya minimal juz amma, syukur-syukur bisa hapal juz 28, 29, 30. Setidak-tidaknya ada niat dulu&#8230;.</p>
<p>Dalam novel yang merupakan pengalaman Ahmad Fuady saat menjadi santri pondok pesantren Gontor, terdapat salah satu bagian yang menceritakan keinginan si Baso (salah satu sahabat tokoh utama di novel ini) yang ingin sekali memuliakan kedua orang melalui hapalan Quran.</p>
<p>Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa:</p>
<p><em>“Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena  anak kalian hapal Al Qur’an.”</em> (HR. Al-Hakim)</p>
<p>Itulah janji Allah yang diberikan bagi siapa yang mau menghapal kalam ilahi, dimana salah satunya kedua orang tua sang penghapal kelak akan turut dimuliakan di akherat. Bayangkan! Di saat seluruh mahluk dibangkitkan di padang masyar kelak dalam keadaan tanpa seutas benang sekalipun melekat di badan, justru di saat itu kedua orang tua kita mengenakan &#8216;jubah&#8217; sehingga posisi beliau menjadi terhormat di hadapan seluruh mahluk.</p>
<p>Semoga hadist di atas dapat menjadi motivasi kita untuk berbakti kepada orang tua dan melalui hapalan menjadi sarana kita membalas seluruh kasih sayang yang diberikan orang tua kita saat kita kanak-kanak. Amiin&#8230;</p>
<p>Berikut ini adalah salah satu metode menghapal Al Quran sebagaimana disampaikan oleh seorang ulama Mesir yang bernama Sheikh Abdus Salam Bali agar hapalan tidah mudah hilang dalam jangka panjang:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/nvTGmDRSKXw" frameborder="0" width="480" height="360"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Baca ayat dalam baris pertama sebanyak 10 kali dengan melihat kitab.  Kemudian, ulangi lagi tanpa melihat kitab. Harus dibaca 10 kali terlebih dahulu, kemudian diulang lagi tanpa membaca supaya ayat yang dihapal tertanam dalam otak dan kenal kedudukan ayat tersebut dalam halaman kitab. (Sangat dianjurkan menggunakan kitab khusus untuk keperluan menghapal).</li>
<li>Apabila terdapat masalah dengan perkataan tertentu, maka bacalah perkataan tersebut dengan satu perkataan sebelumnya dan satu perkataan sesudahnya sebanyak 5 kali.  Kemudian, ulanginya tanpa melihat kitab.</li>
<li>Selanjutnya, bacalah ayat dalam baris kedua sebanyak 10 kali dengan melihat kitab. Lalu ulangi kembali mengucapkan ayat dalam baris kedua tersebut tanpa melihat.</li>
<li>Setelah ayat dalam baris pertama dan kedua dapat dihafal, bacalah kedua-dua ayat dalam baris pertama dan kedua tersebut dengan melihat kitab pula sebanyak 3 kali.  Selanjutnya, ulanginya lagi sebanyak 3 kali tanpa melihat.</li>
<li>Kemudian, ulangi cara-cara di atas untuk ayat dalam baris ketiga, keempat, kelima dan seterusnya sampai hapal  satu halaman.</li>
</ol>
<p>Adapun cara diatas merupakan metode menghapal untuk jangka pendek yang bisa lupa lagi dalam beberapa minggu. Lalu bagaimana caranya agar hapalan tadi tidak bakal hilang dalam jangka panjang.</p>
<p>Ambil kitab Quran dan buka halaman surat di atas yang sudah dihapal. Baca kembali halaman kitab sebanyak 20 kali dengan melihat buku. Sebaiknya saat membaca, jari diletakkan pada baris yang dibaca.</p>
<p>Metode ini akan lebih melekatkan hapalan di dalam otak.  Karena melalui membaca sebanyak 20 kali dengan melihat, maka otak anda akan merekam halaman surat yang dihapal dalam otak (pernah baca ingatan fotografis kan?). Insya Allah dengan metode ini hapalan anda akan melekat kuat dalam ingatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myrial.net/memuliakan-orang-tua-melalui-al-quran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad dan Kaisar Heracleus</title>
		<link>http://myrial.net/muhammad-dan-kaisar-heracleus</link>
		<comments>http://myrial.net/muhammad-dan-kaisar-heracleus#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 17:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myrial.net/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan hari ini bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad SAW 1433H.  Dalam kesempatan ini saya mencoba mengajak untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad SAW,  semoga dapat meningkatkan rasa kecintaan kita kepadanya. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Rasulullah memiliki kepribadian yang agung dan menjadi teladan sepanjang zaman. Kemuliaan pribadinya telah diakui baik oleh pengikutnya maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1170" title="heraclius coin" src="http://myrial.net/wp-content/uploads/2012/02/coin_heraclius_byz_mus-293x300.jpg" alt="heraclius coin" width="200" height="210" />Kebetulan hari ini bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad SAW 1433H.  Dalam kesempatan ini saya mencoba mengajak untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad SAW,  semoga dapat meningkatkan rasa kecintaan kita kepadanya.</p>
<p>Seperti kita ketahui bersama, bahwa Rasulullah memiliki kepribadian yang agung dan menjadi teladan sepanjang zaman. Kemuliaan pribadinya telah diakui baik oleh pengikutnya maupun musuh-musuhnya sekalipun. Ada satu kisah yang menggambarkan bagaimana  kemuliaan Muhammad juga diakui oleh musuh-musuhnya. Ada satu kisah yang menggambarkan bagaimana kemuliaan Muhammad diakui diam-diam oleh musuh-musuhnya.</p>
<p>Sesaat Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrik Quraisy yang dikenal perjanjian Hubaibiyah. Nabi Muhammad memanfaatkan masa damai tersebut untuk mengirim surat ajakan untuk memeluk agama Islam kepada para penguasa di seputar Semenanjung Arab, termasuk di antaranya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Heraclius">Kaisar Heracleus (575 &#8211; 641)</a> – penguasa Romawi Bizantium yang berkedudukan di Palestina yang saat itu masuk dalam wilayah kekaisaran Romawi.</p>
<p>Walaupun tidak ingin memeluk Islam, Kaisar Heracleus menerima surat ajakan masuk Islam dengan hormat dan ingin mengetahui lebih lanjut siapa dia Muhammad. Setelah membaca surat tersebut, Kaisar mengundang Abu Sufyan (kala itu belum masuk Islam) yang kebetulan saat itu bersama kafilah dagangnya sedang berada di Palestina. Kemudian terjadilah perbincangan antara Kaisar dengan Abu Sufyan sebagai berikut:</p>
<p>“Aku ingin menanyakan tentang Muhammad – orang yang mengaku sebagai nabi. Bagaimana kedudukan orang itu?” Tanya Heracleus kepada Abu Sufyan.</p>
<p>“Dia terpandang di antara kami.” Jawab Abu Sufyan.</p>
<p>“Apakah di antara nenek moyangnya ada yang menjadi raja?”</p>
<p>“Tidak ada, wahai Kaisar.”</p>
<p>“Apakah yang mengikuti dari kalangan orang-orang terpandang atau  lemah?”</p>
<p>“Orang-orang lemah, wahai Kaisar.”</p>
<p>“Apakah jumlah mereka kian bertambah atau kian berkurang?”</p>
<p>“Semakin bertambah dari hari ke hari.”</p>
<p>“Adakah di antara para pengikutnya yang keluar dari agama Islam karena benci pada agama itu selepas dia memeluknya?”</p>
<p>“Tidak ada.”</p>
<p>“Apakah kalian berperang dengan Muhammad? Bagaimana cara kalian memeranginya?”</p>
<p>“Benar, Kaisar. Kami memeranginya silih berganti. Kadang kami menang dan kadang kami yang kalah.”</p>
<p>“Apakah kalian menuduhnya (Muhammad) pembohong, apakah dia pernah berkhianat sebelum ia mengaku dirinya sebagai nabi?”</p>
<p>“Tidak pernah, wahai Kaisar. Selama kami bergaul dengannya, kami tidak pernah melihatnya melakukan hal itu.”</p>
<p>“Apakah ada seseorang lain sebelumnya yang menyatakan seperti yang diucapkan oleh Muhammad?”</p>
<p>“Tidak ada orang sebelumnya yang menyatakan apa yang Muhammad sampaikan.” Jawab Abu Sufyan.</p>
<p>“Lalu apa yang Muhammad perintahkan kepada pengikutnya?”</p>
<p>“Muhammad mengajak kami untuk meninggalkan ajaran nenek moyang kami dan hanya menyembah Allah semata, tak menyekutukan sesuatu selain dengan-Nya. Dia juga memerintah kami mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menjalin hubungan persaudaraan, dan memelihara kehormatan diri.” Jawab Abu Sufyan yang kala itu sangat benci kepada Nabi Muhammad.</p>
<p>Sejenak Kaisar Heracleus terdiam merenung. Kemudian dia kembali berkata.</p>
<p>“Wahai Abu Sufyan, ketika aku bertanya tentang kedudukan Muhammad, maka anda katakan dia keturunan terpandang. Memang,  begitulah para rasul. Mereka diutus dari keturunan yang mulia di kalangan kaumnya. Lalu anda menjawab, bahwa Muhammad tidak memiliki nenek moyang yang pernah menjadi raja. Aku katakan, kalau nenek moyangnya ada yang menjadi raja, pasti orang yang mengaku dirinya sebagai nabi ingin mengembalikan kekuasaan nenek moyangnya.</p>
<p>Kemudian anda juga menjawab tentang pengikutnya yang merupakan orang-orang lemah. Memang begitulah pengikut para rasul. Anda juga menjawab, bahwa tidak pernah ada orang yang pengikutnya yang murtad karena membencinya. Memang begitulah iman kalau sudah melekat di hati.</p>
<p>Lalu, anda juga menjawab bahwa para pengikutnya kian bertambah. Memang begitulah iman kalau sudah sempurna. Aku juga bertanya, apakah kalian berperang. Anda menjawab bahwa kalian juga berperang dengannya silih berganti – kadang kalian menang, tapi kadang kalah. Memang begitulah para rasul selalu diuji oleh Tuhannya.</p>
<p>Aku juga tanyakan apakah kalian menuduhnya berdusta – anda jawab tidak pernah. Aku tahu, para rasul tidak pernah berdusta kepada manusia dan kepada Tuhan. Kemudian anda juga menjawab bahwa tidak ada orang lain sebelumnya yang mengatakan seperti yang Muhammad ucapkan. Aku katakan jika ada orang lain sebelumnya yang mengatakan, maka berarti Muhammad hanya meniru ucapan orang lain sebelumnya.</p>
<p>“Wahai Abu Sufyan!” seru sang kaisar. “Jika apa yang anda katakan mengenai Muhammad itu benar. Sungguh dia memang seorang nabi. Aku tahu dia akan terkenal. Kalau aku tahu bisa bertemu Muhammad, tentu aku akan senang menemuinya. Kalau aku berada di dekatnya, tentu akan kubasuh kedua telapak kakinya. Sungguh, cepat atau lambat kekuasaannya bakal sampai di wilayahku ini&#8230;”</p>
<p><strong>لَقَدْ   كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ  كَانَ  يَرْجُو  اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا </strong></p>
<p>“<em>Sesungguhnya   telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan  yang baik bagimu   (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan  (kedatangan) hari   kiamat dan dia banyak menyebut Allah</em>.” (Al-Ahzab 21)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myrial.net/muhammad-dan-kaisar-heracleus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>49일 : 49 Hari Mencari Cinta</title>
		<link>http://myrial.net/49-days-49%ec%9d%bc</link>
		<comments>http://myrial.net/49-days-49%ec%9d%bc#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 09:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myrial.net/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya jangan diketawain dulu ya, kalo kali ini saya membahas mini seri drama korea 49 Days. Terus terang film ini menjadi tontonan rutin saya sepulang dari kantor. 49 Days adalah miniseri korea yang terdiri dari 20 episode ini ditayangkan di Indosiar selama Desember 2011-Januari 2012.  Sebenarnya 49 Days  ini tergolong biasa saja,  tapi korea banget. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1151" title="Perjalanan 49 hari" src="http://myrial.net/wp-content/uploads/2012/01/49-days14-300x240.jpg" alt="Perjalanan 49 hari" width="300" height="240" />Sebelumnya jangan diketawain dulu ya, kalo kali ini saya membahas mini seri drama korea 49 Days. Terus terang film ini menjadi tontonan rutin saya sepulang dari kantor.</p>
<p>49 Days adalah miniseri korea yang terdiri dari 20 episode ini ditayangkan di Indosiar selama Desember 2011-Januari 2012.  Sebenarnya 49 Days  ini tergolong biasa saja,  tapi korea banget.</p>
<p>Apa itu korea banget? Maksudnya ciri khas drama korea itu episodenya tidak terlalu panjang, plot cerita yang seru terkadang  mellow, dan setting lokasi di tempat-tempat yang enak sedap ditonton.</p>
<p>Selain itu pula drama korea selalu dibintangi oleh aktor/artis yang cakep-cakep dengan karakter tokohnya yang  simple, wajar dan tidak menyebalkan (Ga&#8217; kaya&#8217; sinetron yang karakter antagonisnya jahat banget -sedangkan tokoh baeknya &#8216;Super <em>O-on</em>&#8216;).</p>
<p>Demikian pula dengan 49 Days,  jalan ceritanya cukup sederhana namun menurutku banyak hal yang tidak masuk akal. Namun terlepas jalan cerita yang tidak masuk akal, menurutku mini seri ini enak ditonton, apalagi nontonnya sembari<em> leyeh-leyeh</em> sepulang dari tempat kerja sambil menunggu waktu maghrib.</p>
<p>Kisah 49 Days dimulai kisah Shin Ji Hyun, seorang gadis yang ceria yang tinggal menghitung hari untuk menikah dengan Min-Ho tunangannya. Namun malang, dalam suatu perjalanan Shin Ji Hyun mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan ia harus dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma.</p>
<p>Dalam keadaan koma tersebut, Shin Ji Hyun diberi kesempatan hidup kembali. Namun syaratnya adalah dalam waktu 49 hari ia harus bisa mengumpulkan tiga air mata murni dari tiga orang yang benar-benar tulus mencintainya (<em>Tuh kan, udah mulai gak masuk akal&#8230;.</em>). Dan, selama 49 hari itu ia harus meminjam tubuh dari seorang gadis yatim piatu kuper bernama Song Yi Kyung.</p>
<p>Selain itu, ada syarat lain yang harus dipenuhi Shin Ji Hyun antara lain tidak boleh memberiatahu pada siapapun bahwa ia adalah Shin Ji Hyun. Jika syarat ini dilanggar maka otomatis akan tereliminasi dari misi dan tidak akan mendapat kesempatan hidup lagi.</p>
<p>Mulailah petualangan 49 hari Shin Ji Hyun mencari cinta yang tulus. Semula ia yakin ia bakal mudah menemukan orang yang mencintainya dengan tulus. Namun kenyataannya tidaklah semudah yang ia bayangkan, akhirnya ia tahu bahwa ada beberapa orang disekitarnya yang selama ini hanya berpura-pura mencintainya karena mempunyai maksud tertentu. Seperti halnya ketika Shin Ji Hyun melihat Min-Ho tunangannya bermesraan dengan sahabatnya dan mempunyai maksud untuk mengambil alih perusahaan milik orang tua Shin Ji Hyun.</p>
<p>Mampukah Ji-Hyun menyelesaikan misinya dalam 49 Days? Apakah ia berhasil mendapatkan 3 tetes air mata murni sebagai syarat untuk hidup kembali? Mending tonton aja sendiri yach&#8230; Hehehehe  <img src='http://myrial.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun terlepas jalan cerita 49 Days itu yang tidak masuk akal tersebut, sebenarnya ada satu hal yang menurutku penting untuk ditarik hikmahnya. <em>&#8220;Apa yang akan anda lakukan, apabila anda tahu bahwa sisa hidup anda tinggal 49 hari lagi?&#8221; </em></p>
<p><em>Kehidupan seperti apa yang akan dijalani di sisa usia yang ada? </em>Apakah anda akan mensyukurinya sisa waktu yang ada dengan melakukan hal terbaik untuk orang-orang terdekat, ataukah hanya menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Itulah pilihan hidup&#8230;.</p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myrial.net/49-days-49%ec%9d%bc/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

